Sabtu, 14 Juli 2018

Puisi Lupa


MELUPAKAN LUKA
Prisca Tiara

Di suatu malam yang terbungkus hening
Dingin menjelma, menyentuh luka yang hampir kering
Tiada bising mengusik lamunan seperti hari-hari sebelumnnya
Apa yang ku ingat?
Dalam lamun hampa ada sesuaatu terjerat
Memaksa pikiranku meruntuhkan sebuah sekat
Agar hanyut pada tabiatmu yang sirat
Tentangmu? Tenanglah, aku tak lagi terpikat
Logikaku berjalan lambat saat mencipta daya khayal sosokmu
Aku tak berdaya menepis jarak
Mengikat kenangan dengan simpul kesakitan
Tuan, ingatkah yang dulu kau lakukan?
Mempermainkan perasaan perempuan
Menjebaku pada ketidakadilan dan menjerat dalam ketidakbebasan
Setelah dikekang kisah kepalsuan
Mana mungkin aku menanam harap pada kemustahilan
Kepadamu yang jauh dari genggaman
Hilang tak berkabar meninggalkan penghianatan
Warasku sempat hilang menyadari ketiadaanmu
Namun seiring peradaban waktu,
Sekian lama sejak kepergiamu kala itu
Aku mendadak amnesia
Melupakan segala cinta
Mengabaikan segenap rasa
Menyudahi dendam yang sia-sia
Percayalah, lukaku takan abadi
Lukaku takan bersemayam lebih lama lagi
Detik ini juga, dalam hatiku namamu telah mati
Aku yang membunuhnya
Lalu menguburnya bersama sisa-sisa luka
Kau  memaksaku melupakan kisah yang tak lagi ada
Menyadarkanku jika menangisimu adalah hal tak berguna
Sudahlah!
Aku masih bisa hidup sekalipun ditinggalkan dengan cara kejammu
Akan kuputuskan,
Untuk melupakan luka


 Purbalingga, 13 Juni 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar