MELUPAKAN
LUKA
Prisca Tiara
Di suatu malam yang
terbungkus hening
Dingin menjelma,
menyentuh luka yang hampir kering
Tiada bising mengusik
lamunan seperti hari-hari sebelumnnya
Apa yang ku ingat?
Dalam lamun hampa ada
sesuaatu terjerat
Memaksa pikiranku meruntuhkan
sebuah sekat
Agar hanyut pada
tabiatmu yang sirat
Tentangmu? Tenanglah,
aku tak lagi terpikat
Logikaku berjalan
lambat saat mencipta daya khayal sosokmu
Aku tak berdaya menepis
jarak
Mengikat kenangan
dengan simpul kesakitan
Tuan, ingatkah yang
dulu kau lakukan?
Mempermainkan perasaan
perempuan
Menjebaku pada ketidakadilan dan menjerat
dalam ketidakbebasan
Setelah dikekang kisah
kepalsuan
Mana mungkin aku menanam
harap pada kemustahilan
Kepadamu yang jauh dari
genggaman
Hilang tak berkabar meninggalkan
penghianatan
Warasku sempat hilang
menyadari ketiadaanmu
Namun seiring peradaban
waktu,
Sekian lama sejak
kepergiamu kala itu
Aku mendadak amnesia
Melupakan segala cinta
Mengabaikan segenap
rasa
Menyudahi dendam yang
sia-sia
Percayalah, lukaku takan
abadi
Lukaku takan bersemayam
lebih lama lagi
Detik ini juga, dalam
hatiku namamu telah mati
Aku yang membunuhnya
Lalu menguburnya
bersama sisa-sisa luka
Kau memaksaku melupakan kisah yang tak lagi ada
Menyadarkanku jika
menangisimu adalah hal tak berguna
Sudahlah!
Aku masih bisa hidup
sekalipun ditinggalkan dengan cara kejammu
Akan kuputuskan,
Untuk melupakan luka
Purbalingga, 13 Juni 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar