Sabtu, 14 Juli 2018

PUISI PAHLAWAN

 JEJAK JUANG

 Prisca Tiara



Kabut, menebar tanpa perintah
Mendung, awan hitam mengadu pada indra penglihatan
Seketika semesta menjadi saksi setiap laku yang tersaji

Berjuang...

Ia mendongakan kepala
Menerawang dengan jeli musuh di hadapanya
Menembakkan pelor dengan gencar
Sempurna mengenai sasaran
Ciutkan nyali para lawan 

Berjuang...

Luka di badan bukan penghalang
Ia berjalan gontai melawan penjahat negerinya
Menulikan telinga setuli tulinya
Membutakan mata sebuta butanya
Pada sesuatu yang disebut 'menyerah'
Didukung terpaan sejuk, kasih sang bayu
Burung camar pun membisu
Hilang sudah kicauan merdu
Melihat lekat peperangan para serdadu
Di antara lautan manusia yang berseteru

“Ini negeriku, tanahku, panji martabatku!“

Lantang suara menjelma bersama terik surya
Menembus telinga musuh yang berdiri bak penguasa zalim sejati

Ia berlari kembali
Menghunus pedang, tepat di dada lawan
Hilangkan nyawa para pecundang

“Maju... terus maju!”

Titahnya menggelegar sampai ke hati
Seiring derap, lantunan do’a kian menjadi-jadi
Mencium mimpi dalam sekat rindu kemerdekaan

Berjuang...

Arti nyawa bukan lagi perkara
Ia merasa belum apa-apa
Kala harus kembali ke pangkuan Tuhannya
Bijana siapa yang direngkuh dalam pertahanan?
Miliknya, milik kita
"Indonesia" !

Terpejam...
Matahari membungkam cahayanya
Mebimbing rembulan menuju gerbang cakrawala
Di ufuk barat
Terlukis sempurna sisa semburat senja
Menampak pada kanvas langit
Bersamanya, kau lepaskan segala luka
Tiggalkan jejak langkah perjuangan
Terpatri di memori tiap insan yang ditinggalkan

Lewat aksara yang sedikit lapuk tintanya
Terlukis kidung tentangnya yang dikenang
Gugur mulia sebagai pahlawan
Tanpa sungkawa , serakan hidup dan mati untuk negara
Jejakmu abadi,
Perjuanganmu selalu tinggal dalam hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar