Rabu, 22 Agustus 2018

Puisi tentang rasa

Rindu Terpendam
 Prisca Tiara

Bentang baris kata lemahkan jiwa lelahku
Membelai renjana rindu yang tak sampai padamu
Dengan apa kiranya aku ungkap rasa yang membelenggu?
Sedang keahlianku sebatas memendam harap rancu

Semua bukan tentang tipu daya semesta
Ada perih dirasa saat melangkah diatas jelaga cinta
Melampaui sedih akibat jerat pahit keadaan
Ah! aku hanya berlagak kuat hadapi kenyataan
Kasih, Rinduku berkeliaran resah mencari tempat sandaran

Membilang rasa yang tak bisa ditahan untuk disampaikan
Namun kuasaku melawan agar ia tak lampaui batasan
Lidaku kelu untuk sekedar berkata
Memori tentangmu membakar daya khayal tanpa jeda

Kenangan yang tanpa sengaja tercipta membekas begitu indahnya
Sialnya nyaliku ciut untuk membagi rasa
Sebab takdir rinduku hanya untuk dipendam tanpa kau tau kebenaranya

Purbalingga, 22 Agustus 2018

Kamis, 16 Agustus 2018

Puisi tema 17an


API 45 MASIH MENYALA
PRISCA TIARA

Pernah pada suatu  masa, insan-insan negeri ini dibatasi sekat mimpi kemerdekaan
Terkurung dalam  ruang penindasan hingga rindukan  kebebasan
Menelan derita akibat kuasa zalim penjajahan
Hingga seluruh manusia di bumi Indonesia galang kekuatan lewat persatuan
Meski bermandi darah berlumur luka, tak ada yang gentar
Menyerang lawan  meski jiwa raga sebagai taruhan
Ditumpahkanya semangat juang menjaga utuhnya bangsa
17 Agustus tahun 45 adalah sejarah!!!
Saat Bung karno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia
Tangisan  haru  penuh suka cita memecah di segala penjuru
Pertanda tanahku lepas dari kesengsaraan yang membelenggu
73 tahun sudah negeriku  berdiri…
Tak ada lagi tempur senjata merambak
Generasi muda mensyukurinya lewat aksi nyata
Tawa anak negeri jadi tujuan utama di hari ini
Nyanyian alam  mengalun indah pada bisikan angin meski sumbang
Berbagai perlombaan memikat hati generasi muda
73 tahun sudah negeriku berdiri….
Momen  istimewa  mengimplantasi pada pikiran hampa
Hilangkan  gelisah melihat gaya khas golongan tua muda
Semua membaur pada kebahagiaan hari ulangtahun Negara
73 tahun sudah negeriku berdiri..
Pertempuran memang sudah usai
Namun api semangat perjuangan tak pernah padam
Menyala abadi di tiap denyut nadi
Berkobar membakar semangat di hati generasi demi generasi
Dariku yang mencintaimu,
Dirgahayu Indonesiaku!!!

Purbalingga, 16 Agustus 2018

Minggu, 12 Agustus 2018

Puisi Goresan Pena. Tema : Cinta


JERUJI CINTA

Selarik bayang kalut berkecamuk tak menentu di pikiranku
Mendominasi seluruh ruang gelap dikepala akan bayang seseorang
Membawaku melalang buana tapaki dunia mimpi yang semu
Logika dan rasa dalam nada tak seirama mendendang
Aku tak berdaya dikurung rasa gelisah 

Dikunci rapat oleh resah akan rasa hati yang kian menjadi jadi
Tapi didalamnya, aku dijamu kebahagiaan nyata
Mencintaimu adalah syukur tak terukur
Meski harus menahan sesak dikurung pada ruang  cemburu
Oh, aku kalah oleh dirimu

Tuan,
Bebaskan aku dari belenggu ketidakberdayaan ini
Bebaskan aku dari jeruji cinta yang memenjarakan namamu dalam hatiku

Purbalingga, 12 Agustus 2018

Ps : masih revisi

Puisi tema Bhineka Tunggal Ika


Garuda Tak Pernah Mati

Bersimpul persatuan yang eratnya mendarah daging pada jiwa
Setiap hembus nafas menjelma kesetiian untuk tanah pertiwi
Bertekad bulat  menjaga utuh persatuan negeri
Indonesia luas terbentang dari Aceh hingga Papua

Mendominasi keberagaman dalam semarak perbedaan
Tak padam tersulut api api perpecahan
Garuda tak pernah mati!
Ia selalu hidup pada nadi nadi integrasi

Menyamaratakan kedudukan berdasar nilai keluhuran
Satu Indonesia dimata garuda, semangat persatuan selalu menyala
Meski digoyahkan, dipecah, dibelah, diterjang, dimusnahkan
Garudaku tetap abadi...
Manunggal dalam hati, terpatri dalam memori
Cengkeramanya kuat memegang pita semboyan Indonesia sejati
Bhineka tunggal ika tan hana dharma mangrwa

Purbalingga, 10 Agustus 2018

Ps : masih revisi

Puisi tema kecewa


  Larik Kecewa
    Prisca Tiara

Semburat senja  sore ini menampak di palataran langit sunyi
Mendulang luka muntahkan perih pada aksara yang digurat pena
Asa tak berupa, samar-samar menghantui kosongnya hati
Mendendam kisah penghianatan hebat yang tak terbandingi
Kau cabik nuraniku dengan godam kebohongan
Membunuh kepercayaan hingga berdarah-darah dalam liang kepalsuan
Kini pelupuk mengering sudah bersama hilangnya kenangan yang tak lagi bertuan
Dukaku belum mati, ia memuisikanmu lewat larik-larik kecewa

Purbalingga , 8 Agustus 2018

ps : masih revisi

Sabtu, 04 Agustus 2018

Puisi tema liburan

Kuta dalam Cerita
Prisca Tiara

Sejenak aku hindari lelah penat  yang saling beradu
Menyusuri kedamaian dengan langkah paling padu
Di tempat ini aku dijamu, terjebak euforia syahdu
Mencipta memori pada batas batas imaji
Pasir putih merekam jejak persinggahan
Daun nyiur bergoyang genit ditiup angin
Ombak mengintip teras pantai bersama buihnya
Tergulung sempurna pukau kekaguman netra
Geranit gelap bertahan tegar ditengah perairan
Suguhan panorama indah belum berakhir
Hari berganti petang membiarkan senja terlahir
Di pangkuan cakrawala mega menjingga memanjakan mata
Matahari kembali ke peristirahatanya
Suasana Kuta menitip rindu untuk dijadikan cerita
Mengemas rapi bait penuh diksi
menjelma puisi
Penghantar liburan penuh makna 

Purbalingga, 5 Agustus 2018