Mawar Merah Menyapa Dunia
Prisca Tiara
Prisca Tiara
Sebulir air bercucuran lewat celahnya
Menyapa kesegaranciptaan embun pagi buta
Membasahi kelopak, karya agung
sang Pencipta..
Seiring semerbak harum
Memenuhi alam semesta
Daun hijau bergoyang genit ditiup angin
Batang sederhana menopang perawakan yang mungil
Menggoda kumbang hinggap di kembang
Merah merekah..
Melebihi lembayung senja
Aura keindahan menembus cakrawala
Seelok rupa kesampingkan durinya
Tak mengurangi kagum di mata sang dara
Cairan manis yang kau simpan rapat
Menarik serangga kecil untuk menghisap
Saling terikat simbiosis nan lekat
Menunjang hidup bertahan penuh harap
Di satu sisi durimu bak belati
Jadi hambatan tuk mereka
pengganggu sejati
Namun tak berlaku durimu melukai
Pada pengagum yang menjagamu dengan hati
Mawarku...
Indah merahmu mempesona tanpa tetapi
Kerap kali andil
dalam roman masa kini
Di jadikan simbolis cinta
yang penuh misteri
Saksi kisah dua sejoli
"Aku mawar merah"
Teriak lantang ditengah sinar mentari
Tulus kembangmu menghias dunia
Memikat insan dalam saujana
Meski disebut ratunya bunga
Arogansi tak menjadi tabiat
"Hey tuan yang dilanda dilema, bawalah aku ketempat pujaan hatimu"
"Hey putri kecil nan jelita, jangan rusak bungaku dengan tangan mungilmu"
"Hey muda-mudi yang dimabuk cinta,
taruh aku ditengah makan malamu"
"Hey anak penyayang sang bunda, berikan aku untuknya yang istimewa"
Begitulah mawar merah berkata
Bermonolog ria memerintah seadanya
Berharap menepis hari yang kian sepi
Aku hanya bunga
Yang kan berguguran...
Tapi adalah milikmu
Lewat syair pelipur lara
Mawar merah menunggu dalam genggaman bayang
Tangan-tangan penuh kasih yang akan
Merengkuhnya...
Purbalingga, 2017