Sabtu, 11 Maret 2017

Puisi mawar merah menyapa dunia

Mawar Merah Menyapa Dunia
Prisca Tiara


Sebulir air bercucuran lewat celahnya
Menyapa kesegaran
ciptaan embun pagi buta
Membasahi kelopak, karya agung
sang  Pencipta..
Seiring semerbak harum
Memenuhi alam semesta

Daun hijau bergoyang genit ditiup angin
Batang sederhana menopang perawakan yang mungil
Menggoda kumbang hinggap di kembang
Merah merekah..
Melebihi lembayung senja
Aura keindahan menembus cakrawala
Seelok rupa kesampingkan durinya
Tak mengurangi kagum di mata sang dara

Cairan manis yang kau simpan rapat
Menarik serangga kecil untuk menghisap
Saling terikat simbiosis nan lekat
Menunjang hidup bertahan penuh harap

Di satu sisi durimu bak belati
Jadi hambatan tuk mereka
pengganggu  sejati
Namun tak berlaku durimu melukai
Pada pengagum yang menjagamu dengan hati


Mawarku...
Indah merahmu mempesona tanpa tetapi
Kerap kali andil
dalam roman masa kini
Di jadikan simbolis cinta
 yang penuh misteri
Saksi kisah dua sejoli

"Aku mawar merah"
Teriak lantang ditengah sinar mentari

Tulus kembangmu menghias dunia
Memikat insan dalam saujana
Meski disebut ratunya bunga
Arogansi tak menjadi tabiat

"Hey tuan yang dilanda dilema, bawalah aku ketempat pujaan hatimu"
"Hey putri kecil nan jelita, jangan rusak bungaku dengan tangan mungilmu"
"Hey muda-mudi yang dimabuk cinta,
taruh aku ditengah makan malamu"
"Hey anak penyayang sang bunda, berikan aku untuknya yang istimewa"

Begitulah mawar merah berkata
Bermonolog ria memerintah seadanya
Berharap menepis hari yang kian sepi

Aku hanya bunga
Yang kan berguguran...
Tapi adalah milikmu

Lewat syair pelipur lara
Mawar merah menunggu dalam genggaman bayang
Tangan-tangan penuh kasih yang akan
Merengkuhnya...

Purbalingga, 2017




Tidak ada komentar:

Posting Komentar