Senin, 31 Mei 2021

Maut Dimana-Mana

Kujumpai langit bermuram durja 
Dunia berbela sungkawa pada hidup manusia
Nestapa kian terasa
Udara terasa menysakkan dada
Kekhawatiran di depan mata
Mahluk kecil hadir di muka
Ujian kah?
Peringatan kah?
Atau hukuman atas kedzaliman?
Atas kemungkaraan…
Dibalik hidung yang tertutup
Aku mencium bau maut
Dibalik wajah yang terlindungi 
Aku menerawang maut
Dibalik ucapan yang keluar 
Aku menghawatirkan maut tertebar
Dibalik jabatan tangan
Maut pun mengikuti
Ah, sial
Netra ku tak bisa membuta
Ku lihat maut ada di mana-mana
Di sekolah, rumah, tempat ibadah
Di pasar dan swayalan
Di kedai makan, di kantor, di pusat belanjaan
Di tengah kota, di pinggir desa, di pendakian, di tepi kolam
Di balai pertemuan, di tempat kesahatan, di jalanan
Di kendaraan
Dan tentu di „keramaian‟
Maut dimana-mana
Maut mengintai kita
Berwujud mahluk kecil tak kasatmata
Yang menguasai manusia
Melemahkan karsa
Dikau pilih mana?
Berhandai denganya atau melawan ia?
Apa kau rela tubuhmu digerogoti maut kecil itu?
Mari saling menopang
Mari saling menguatkan
Berperangai elok dengan ikuti anjuran 
Meski virus dimana-mana
Kita tak boleh lemah diperdaya
Bermohon ampunlah kepada Yang Kuasa
Moga selalu dalam lindungan-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar