141 Tahun lalu, tepat 21 April di tanah Jepara
Lahir sesosok putri pengubah nasib bangsa
Namanya termaktub dalam banyak narasi
Kisahnya tertuang dalam lembar-lembar sejarah negeri
Netramu nyalang, memunguti puing-puing mimpi
Menyiar kobar semangat 'emansipasi'
Lantang suara memecah jerat penderitaan!
"Akulah sari darah perjuangan penembus peluru"
Membungkam selaksa bentuk penindasan
Menyiram haus kaum-kaum yang merindui kebebasan
Mengantar para dara menuju garba kebangkitan
Kartini menjelma 'matahari'
Seberlalu kau sibak gelap yang memenjarai kaum-mu
Terang lalu kau suguhkan diantara tatap semesta
.
Kau bakar malam yang suram
Kau pecah kebisuan aksara
Kau kubur batas-batas sunyi
Kau perangi kuasa tirani
Kau tabur cinta ditanah pertiwi -Habis gelap terbitlah terang-
Dari rahimmu terlahir harapan nyata
Kala surat-surat kecil milikmu mampu menyusui tunas-tunas muda wanita Indonesia
Tuhan, kau lukis dengan sempurna
Sang surya, maha putri bangsa
Wanita tangguh berparas jelita
Meski tak mencicip usia senja
Meski ragamu telah damai bersemayam di pusara
Namun cita-citanya abadi
Pengorbananya terpatri
Peradaban baru ialah bukti,
Kartini,
Sang putri sejati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar